Pemerintahan Desa

Palang Dibuka, Aktivitas Kantor Desa Bosso, Halmahera Selatan Kembali Normal

Kantor Desa Bosso, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. || Foto: Istimewa

Bacan, Hpost – Aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kantor Desa Bosso, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kembali normal.

Ini setelah pemalangan kantor oleh sejumlah aparatur desa selama 5 hari dibuka.

Kepala Desa Bosso, Pithein Girato, Senin 3 Mei 2021 mengatakan, pemerintah desa dan warga melakukan pembersihan dan pengecatan kantor desa yang sebelumnya dipenuhi coretan di tembok.

Pithein bilang, aktivitas pemerintahan di Kantor Desa Bosso mulai normal setelah Polsek Gane Barat membuka palang kantor desa.

Baca juga:

Polsek Gane Barat Dinilai Lemah Hadapi Pemalangan Kantor Desa Bosso

Tolak Pjs Kades, Warga di Halmahera Barat Palang Kantor Desa

“Setelah palangnya dibuka, saya bersama staf pemerintah desa dan warga membersihkan dan mengecat dinding kantor desa yang sebelumnya di-pilox pada saat aksi pekan lalu,” kata Pithein.

Setelah mengaktifkan kembali aktivitas pemerintahan desa di Kantor Desa Bosso, Pithein berharap tidak ada lagi aksi pemalangan maupun gerakan yang berpotensi merusak fasilitas negara.

Jika hal itu kembali terjadi maka selaku pemerintah desa tidak akan memberikan toleransi. “Saya tidak segan-segan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian,” tegas Pithein.

Ia menambahkan, fasilitas kantor desa merupakan aset pemerintah dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, bangunan dan isinya menjadi tanggung jawab bersama pemerintah desa maupun masyarakat Desa Bosso.

Pithein pun mengajak seluruh masyarakat menjaga dan merawatnya bersama. Sebab segala bentuk pelayanan masyarakat di Desa Bosso dapat dilakukan di kantor desa.

“Mari torang (kita, red) sama-sama menjaga aset negara yang diperuntukkan sebagai tempat pelayanan masyarakat di Desa Bosso,” kata Pithein.

Baca juga: 

Kades Diduga Korupsi DD Rp700 Juta, Warga Boikot Kantor Desa

Kades Diduga Tilep DD, Warga Palang Kantor Desa Nahi

Pithein yang sebelumnya dinonaktifkan dari jabatan kepala desa atas kasus asusila yang menyeretnya tahun lalu juga menyampaikan permohonan maaf jika apa yang dilakukannya telah melukai hati masyarakat.

Sebagai manusia biasa dirinya menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran penting dalam kehidupan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun desa.

“Apapun yang terjadi saya saat ini telah diaktifkan kembali sebagai kepala desa, sehingga memiliki tanggung jawab kepada seluruh masyarakat di desa. Saya akan berlaku adil kepada seluruh masyarakat, meskipun ada yang tidak senang dengan saya setelah diaktifkan kembali sebagai kepala desa, karena saya sadar itulah dinamika dalam bermasyarakat,” tandasnya.

Penulis: Safri Noh
Editor: Nurkholis Lamaau

Baca Juga