Fenomena Alam

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Kepulauan Sula

Cuaca ekstrem terlihat di selat antara Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate, Maluku Utara. || Foto: Munawir Toeda/Hpost

Sula, Hpost –  Dalam beberapa hari ini, hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Observator Cuaca BMKG Stasiun Emalamo Kepulauan Sula, Iqmal Zainudin, mengatakan cuaca beberapa hari ini disebabkan oleh skala regional.

"Yang pertama dalam skala regional posisi matahari bergerak ke utara hingga menimbulkan embusan dari Timur hingga Tenggara, membentuk pola konfergensi di sekitar wilayah Maluku Utara, termasuk di wilayah Kepulauan Sula,” ucap Iqmal, Rabu 19 Mei 2021.

Baca juga: 

Komponen Alat Pendeteksi Hujan di Kepulauan Taliabu Hilang Dicuri

Dinamika Atmosfer Jadi Penyebab Gelombang Pasang di Maluku Utara

1 Rumah di Tidore Dilaporkan Rusak Diterjang Angin Ribut

Iqmal bilang, pola konfergensi inilah yang menghasilkan cuaca buruk di Kepulauan Sula dan Kabupaten Taliabu. Cuaca ekstrem ini juga berpotensi terjadi selama beberapa bulan.

"Karena masih musim timur, satu sampai dua bulan ke depan masih berpotensi gelombang tinggi, hujan sedang dan hujan lebat,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar masyarakat terus waspada dan memantau perkembangan cuaca serta jangan percaya isu hoax di media sosial.

“Bagusnya terus pantau perkembangan perubahan cuaca dari website dan aplikasi BMKG yang resmi, agar tidak terprovokasi dengan informasi hoax,” pungkasnya.

Baca Juga