Ekspor-Impor

Juli, Ekspor Impor Maluku Utara Kembali Nyungsep

Crane di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate || Foto: Layank/Hpost

Ternate, Hpost - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali mengeluarkan Berita Resmi Statistik (BRS) tentang Ekspor dan impor Malut pada Juli 2020, memperlihatkan, Ekspor Malut mengalami penurunan sebesar USD 86,34 juta atau 4,13 persen, bila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 90,05 juta.

Menurut Kepala BPS Provinsi Malut, Atas P. Lubis, secara kumulatif, ekspor Malut Januari hingga Juli 2020 juga mengalami penurunan sebesar USD 397,09 juta atau 5,47 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar USD 420,07 juta.

"Jadi volume ekspor juga ikut turun. Periode Januari hingga Juli 2020 sebesar 771,04 ribu ton atau 89,23 persen," katanya, Senin 5 Oktober 2020.

Lanjut Atas P. Lubis, Juli 2020 barang dari Provinsi Malut diekspor melalui Provinsi lain, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Barang yang diekspor berupa golongan Ikan dan Udang (HS 03), golongan Paket pos, parsel, dan barang dikembalikan (HS 99), golongan Kopi, Teh, Rempah-rempah (HS 09), golongan Lak, Getah, dan Damar (HS 13), golongan Berbagai Makanan Olahan (HS 21).

Baca juga:

Ekspor Tuna Maluku Utara Menurun

Nilai Ekspor Malut Menurun Drastis di Semester Pertama 2020

Ekspor Maluku Utara Naik di Awal Triwulan I, Impor Turun

"Nilai ekspor asal barang Provinsi Malut, yang diekspor melalui provinsi Juli 2020 sebesar USD 0,16 juta atau 0,19 persen, dari total ekspor asal barang Provinsi Malut USD 86,50 juta," jelasnya.

Impor Provinsi Malut juga mengalami penurunan pada Juli 2020, yaitu sebesar USD 128,35 juta atau 3,76 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar USD 133,36 juta. Meski begitu, volume impor Provinsi Malut justru naik sebesar 119,55 ton atau 4,26 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya 114,67 ribu ton.

Provinsi Malut mengimpor 32 jenis golongan barang, dengan nilai impor terbesar pada golongan mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (HS 84) senilai USD 72,70 juta. Jenis Barang yang impor, berasal dari Tiongkok dan Australia.

"Secara kumulatif, nilai impor Malut mengalami peningkatan. Periode Januari hingga Juli 2020 sebesar USD 852,91 juta 231,05 persen, dibandingkan impor periode yang sama tahun sebelumnya senilai USD 257,64 juta. Volume impor juga pada periode Januari hingga Juli 2020 sebesar 639,88 ribu ton atau 61,86 persen, dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya," pungkasnya.

Penulis: Awi
Editor: Firjal

Baca Juga